google translate
Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photography. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Desember 2011
Sabtu, 10 Desember 2011
Wisata Malam Lawang Sewu
Lawang Sewu... Apakah yang ada di benak anda bila mendengar
Lawang Sewu?? Bangunan tua yang kokoh, anggun atau mungkin seram, mistis??
Lawang Sewu bisa dikatakan merupakan landmark/ikon/tetenger dari Kota Semarang.
Letak nya di seberang Tugu Muda menjadikan nya banyak dilalui oleh warga
Semarang sendiri maupun pendatang dari luar kota yang kebetulan melintas di
Kota Semarang. Sekarang Lawang Sewu tidak begitu seram lagi karena adanya
perbaikan gedung yang di gagas oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk
menghilangkan rasa seram/angker dari bangunan lawang sewu ini.
Lawang Sewu
merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada
1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem)
penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung
tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama,
Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur
Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut
Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu
yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan
ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering
menganggapnya sebagai pintu.
Sabtu, 19 November 2011
Selamat D'Sewu Juara 2... (prokk..prokk..)
Judul posting kali ini sangat cocok buat aku ucapkan kepada kamera ku sendiri D'Sewu. Bagaimana gag, karena hasil dari foto D'Sewu inilah aku bisa juara 2 Geology Competition Photography pada acara Lustrum 1 HMTG 'Dokter Bumi' di UNSOED.
D'Sewu bagiku adalah kamera andalan, tak ada yang lebih setia daripada dia untuk menemani aku mendaki mulai dari Gunung Merbabu, Gunung Gede, Kawah Ijen, Gunung Merapi. D'Sewu udah menjadi soulmate buat aku dan aku menganggap dia itu benda hidup yang perlu perawatan dan juga kasih sayang seperti mengajak jalan-jalan D'Sewu walaupun sekedar untuk hunting foto :D.
Selasa, 17 Agustus 2010
Share buat sendri Lens Adapter untuk Kamera Super Zoom Tanpa Ulir Filter
Ini aku dapat dari kaskus..
Idenya agan Verdan..
hehe..
hmm,,mudah2an berguna ya...
Begini isinya..
Nyubi ijin buat thread share ya momod.. Kalo melanggar, mohon langsung di delete aja, tapi jangan di bata in ya..
Berawal dari info yang nyubi dapat, bahwa dengan filter close up, bisa membuat bokeh jadi lebih bagus. Tapi masalah muncul karena kamera ane gak punya ulir tempat filter. Cari-cari info, dapet info lagi dengan kaca pembesar (lup) bisa menggantikan filter close up. Coba-coba, tangan kanan pegang kamera, tangan kiri pegang lup, gak pernah berhasil. Goyang terus, jadi miss focus.. Mikir-mikir, harus ada pegangan lup di kamera biar bias bebas dari goyangan. Cari-cari di Mbah Google, liat-liat di internet ternyata ada lens adapter buat kamera type ini, tapi belunya kudu di ebay.
So.. kenapa gak ditiru aja mekanisme nya.. cari-cari bahan yang cocok. Ada yang ngasih saran pake pipa PVC, tapi bodi kamera bisa baret-baret.. Akhirnya jatuh pilihan ke busa ati/sponge ati untuk dibuat jadi lens adapter. Karena cukup kuat dan lentur, sehingga tidak merusak body kamera. Kebetulan bahan ini ane punya banyak bekas ultah-an anak ane. Harganya juga murah. Sebagian mahasiswa arsitek atau interior design mungkin udah tau bahan ini, karena serig dibuat sebagai bahan maket juga.
Bahan :
- Busa Ati/Sponge Ati – Harga Rp. 13.000,- selembar (ukuran 1.2m x 2.4m)
- Kaca pembesar – Harga Rp. 5.000
- Lakban – Harga Rp. 2.000
Ok. Langsung aja kita buat. Pertama ukur panjang lensa kamera saat zoom mentok (dari pangkal lensa sampai ke ujung lensa).
Kemudian potong busa ati seukuran panjang lensa kamera ditambah +- 1cm x diameter terbesar lensa kamera. Ditambah potongan yang lebih kecil untuk ganjal kaca pembesar. Kebelutan kaca pembesar yang ane punya ukuran kecil, jadi perlu di ganjal agar bisa pas seukuran diameter lensa kamera.
Busa ati yang sudah dipotong, kemudian di gulung di lensa kamera dan dilakban seluruhnya.
Lepaskan kaca pembesar dari pegangannya. Pasang ganjal kaca pembesar di tube lens adapter yang sudah dibuat. Dan pasang kaca pembesarnya.
Terakhir pasang lens adapter + kaca pembesar yang sudah jadi ke kamera.
Cara penggunaannya (khusus untuk kamera yang tidak ada fasilitas zoom manual), nyalakan zoom (supaya tidak vignette, dekatkan kamera ke objek sampai gambar yang terlihat di lcd kamera cukup tajam. Setelah itu baru focus kan kamera ke objek dan jepret..
Aku udah nyoba trik ini,,,
Untuk poto-potonya,,,
kayak di bawah ini,,,
cekidot...
Segitu aja sharenya,,
thank yah agan verdan udah bagi2 ilmunya...
Salam jepret aja dari saya...
^_^
Idenya agan Verdan..
hehe..
hmm,,mudah2an berguna ya...
Begini isinya..
Nyubi ijin buat thread share ya momod.. Kalo melanggar, mohon langsung di delete aja, tapi jangan di bata in ya..
Berawal dari info yang nyubi dapat, bahwa dengan filter close up, bisa membuat bokeh jadi lebih bagus. Tapi masalah muncul karena kamera ane gak punya ulir tempat filter. Cari-cari info, dapet info lagi dengan kaca pembesar (lup) bisa menggantikan filter close up. Coba-coba, tangan kanan pegang kamera, tangan kiri pegang lup, gak pernah berhasil. Goyang terus, jadi miss focus.. Mikir-mikir, harus ada pegangan lup di kamera biar bias bebas dari goyangan. Cari-cari di Mbah Google, liat-liat di internet ternyata ada lens adapter buat kamera type ini, tapi belunya kudu di ebay.
So.. kenapa gak ditiru aja mekanisme nya.. cari-cari bahan yang cocok. Ada yang ngasih saran pake pipa PVC, tapi bodi kamera bisa baret-baret.. Akhirnya jatuh pilihan ke busa ati/sponge ati untuk dibuat jadi lens adapter. Karena cukup kuat dan lentur, sehingga tidak merusak body kamera. Kebetulan bahan ini ane punya banyak bekas ultah-an anak ane. Harganya juga murah. Sebagian mahasiswa arsitek atau interior design mungkin udah tau bahan ini, karena serig dibuat sebagai bahan maket juga.
Bahan :
- Busa Ati/Sponge Ati – Harga Rp. 13.000,- selembar (ukuran 1.2m x 2.4m)
- Kaca pembesar – Harga Rp. 5.000
- Lakban – Harga Rp. 2.000
Ok. Langsung aja kita buat. Pertama ukur panjang lensa kamera saat zoom mentok (dari pangkal lensa sampai ke ujung lensa).
Kemudian potong busa ati seukuran panjang lensa kamera ditambah +- 1cm x diameter terbesar lensa kamera. Ditambah potongan yang lebih kecil untuk ganjal kaca pembesar. Kebelutan kaca pembesar yang ane punya ukuran kecil, jadi perlu di ganjal agar bisa pas seukuran diameter lensa kamera.
Busa ati yang sudah dipotong, kemudian di gulung di lensa kamera dan dilakban seluruhnya.
Lepaskan kaca pembesar dari pegangannya. Pasang ganjal kaca pembesar di tube lens adapter yang sudah dibuat. Dan pasang kaca pembesarnya.
Terakhir pasang lens adapter + kaca pembesar yang sudah jadi ke kamera.
Cara penggunaannya (khusus untuk kamera yang tidak ada fasilitas zoom manual), nyalakan zoom (supaya tidak vignette, dekatkan kamera ke objek sampai gambar yang terlihat di lcd kamera cukup tajam. Setelah itu baru focus kan kamera ke objek dan jepret..
Aku udah nyoba trik ini,,,
Untuk poto-potonya,,,
kayak di bawah ini,,,
cekidot...
Segitu aja sharenya,,
thank yah agan verdan udah bagi2 ilmunya...
Salam jepret aja dari saya...
^_^
Langganan:
Postingan (Atom)



