Categories

google translate

Jumat, 04 November 2011

10 Penemuan Geologi dan Hipotesa baru

Gunung berapai memang bisa diibaratkan sebagai sebuah mata uang, mata uang yang mempunyai dua sisi yang masing-masing berlawanan, Di satu sisi, gunung berapai bisa membuat tanah disekitarnya menjadi sangat subur, tapi di sisi lain, gunung berapai bisa membuat sebuah bencana maha dahsyat.


Letusan gunung berapi memang salah satu bencana yang paling mengerikan, sekali meletus bisa menimbukkan korban meninggal ratusan bahkan ribuan, masih ingatkan kalian pada letusan maha dahsyat gunung krakatau yang terjadi pada tahun 1883, yang menimbulkan kerusakan besar serta korban jiwa yang mencapai ribuan. Sangat mengerikan bukan.


Dan di dunia ini, masih banyak tersisa gunung berapi yang masih aktif yang bisa meletus kapan saja dan merenggut kembali ribuan nyawa manusia. Dan menurutSmashinglist, ada 10 gunung berapi aktif yang dianggap paling berbahaya di dunia.


berikut adalah daftar 10 gunung berapi aktif yang paling berbahaya di dunia :

Senin, 10 Oktober 2011

Merapi Mount Hiking After Eruption (2965 mdpl, Jawa Tengah)

Pendakian kali ini 8-9 Oktober 2011, aku memilih untuk mendaki Gunung Merapi, selain baru mengalami erupsi pada bulan November 2010, gunung merapi juga mempunyai tantangan tersendiri dalam mendakinya :D. Inilah pendakian kedua kalinya buat aku, pertama aku mendaki Gunung Merapi pada akhir tahun 2008 (Ya, tepat sekali,  waktu hari pergantian tahun), waktu itu Gunung Merapi mempunyai puncak yang dikenal dengan Puncak Garuda, namun sekarang puncak itu udah roboh seiring dengan erupsi  November 2010 tersebut. Sekarang Gunung Merapi memiliki kawah baru, yang mana penggabungan dari kawah mati dan kubah magma Puncak Garuda.

Pendakian kali ini aku bersama teman-teman berjumlah 10 orang. Pendakian ini sebenarnya mendadak aku lakukan, karena mengingat aku dan teman-teman yang lain pada sibuk untuk minggu berikutnya :D. Tanggal 8-oktober 2011, jam 5 sore aku dan teman yang lain berangkat dari Jogja, dengan berkendara ke arah utara Gunung Merapi tepatnya di Desa Selo.

Rabu, 05 Oktober 2011

Cerita Dari Bledug Kuwu

Tempat wisata yang satu ini sangatlah unik, sangat berbeda dengan tempat wisata-wisata lainnya, tempat wisata ini bernama Bledug Kuwu. Jika di Amerika Serikat kita dapat menjumpai SALT LAKE (padang garam) yang berasal dari dangkalan laut kemudian berubah menjadi daratan luas, dan pada saat ini daratan tersebut sering digunakan sebagai ajang pengujian kendaraan tercepat didunia. Lain halnya dengan dangkalan laut yang terdapat di Indonesia, sekaligus merupakan keajaiban alam yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, namanya bledug kuwu, letaknya disamping desa kluwu, kecamatan kradenan kabupaten grobogan, juga karena suaranay yang secara periodik meletupkan bunyi bledug(seperti meriam yang terdengar dari kejauhan)dari gelembung lumpur bersamaan dengan keluarnya asap, gas dan air garam. Melalui proses tersebut menjadikan daratan bledug yang dulunya berada didasar laut, sekarang menjadi daratan yang mempunyai ketinggian kurang lebih 53m dari permukaan laut. Luas arealnya 45Ha dengan suhu minimum 31derajat celcius.

Rabu, 24 Agustus 2011

INVENTARISASI DAN EVALUASI MINERAL NON LOGAM KABUPATEN ROKAN HULU DAN ROKAN HILIR, PROVINSI RIAU

INVENTARISASI DAN EVALUASI MINERAL NON LOGAM KABUPATEN ROKAN HULU DAN ROKAN HILIR, PROVINSI RIAU


Oleh : Zulfikar, Adrian Zainith, Andi S. Sulaeman
SubDit Mineral Non Logam

S A R I
Secara geografis daerah Kabupaten Rokan Hulu yang beribukota di Pasir Pengarayan terletak di antara garis-garis koordinat 100o 03’ 13” – 101o 00’ 12” Bujur Timur dan 0o 15’ 55” – 1o 25’ 48” Lintang Utara, dengan luas daratan sekitar 8.400 kilometer persegi. Sedangkan Kabupaten Rokan Hilir yang beribukota di Bagansiapiapi terletak di antara garis-garis koordinat 100o 17’ 00” – 101o 21’ 24” Bujur Timur dan 1o 14’ 22” – 2o 32’ 03” Lintang Utara, dengan luas daratan sekitar 9.300 kilometer persegi.
Batuan tertua yang terdapat di wilayah ini adalah kelompok batuan metasedimen dan malihan yang termasuk ke dalam Formasi Kuantan (Puku) serta Formasi Bohorok (Pub) berumur Permo – Karbon. Batuan tersebut diterobos oleh batuan granit Intrusi Rokan (MPiro), Granit Giti (MPigt). Selanjutnya di bagian atasnya secara tidak selaras diendapkan batuan-batuan sedimen berumur Tersier. Terakhir paling muda diendapkan endapan-endapan alluvium berumur Kuarter.
Dari hasil penyelidikan lapangan, di kedua daerah kabupaten ini telah ditemukan berbagai bahan galian non logam antara lain granit, felspar, kuarsit, bentonit, kaolin, pasir kuarsa, batugamping, marmer, andesit, sirtu, ballclay, dan lempung.

Senin, 01 Agustus 2011

Kawah Ijen, Antara Surga dan Neraka (2368 mdpl)

Liburan kuliah kali ini, aku memutuskan untuk jalan-jalan ke timur Pulau Jawa, tepatnya ke Kawah Ijen (secara administratif masuk Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso). Dengan naik Kereta Sritanjung, tanggal 27 Juli 2011 aku dan teman aku yahya berangkat dari Jogja (Stasiun Lempuyangan). 

Teman aku yang jadi tour guide kali ini adalah Ragil, yang tinggalnya di Daerah Temuguruh (Banyuwangi).
Pagi-pagi sudah berangkat dari Jogja jam 07.00 WIB, sampai di Stasiun Temuguruh jam 22.15 WIB (Sekitar 15 jam perjalanan dari Jogja- banyuwangi).
Malamnya aku dan Yahya menginap di rumah Ragil :D, dan esok paginya berangkat ke Kawah Ijen.
Dengan mengendarai dua motor, aku dan kedua teman ku langsung tancap gas ke Kawah Ijen.
Kondisi jalan yang rusak, membuat perjalanan semakin lama, di tambah tanjakan yang mesti di tempuh ke Paltuding (basecamp register mendaki Kawah Ijen). Jadi, dari Temuguruh-Banyuwangi-Licin- Paltuding (register basecamp).