Categories

google translate

Minggu, 15 Mei 2011

Semalam di Gunung Merbabu

Baru kemaren sore aku sampai di Jogja setelah pulang dari pendakian Gunung Merbabu untuk waktu semalam (walaupun semalam, itu sudah cukup memuaskan pikiranan hasratku alam berpetualang).
Dan sekarang, waktu dini hari ini aku menuliskan kembali cerita keindahan alam Gunung Merbabu yang sangat sayang untuk dilewatkan. Untuk pribadi, ini adalah pendakian keduaku di Gunung Merbabu, yang mana sebelumnya aku melewati jalur utara.

14 Mei 2011

Aku dan ketujuh temanku yang lain berangkat dari Jogja siang jam 12.00 WIB. Mengendarai motor melewati Taman Nasional Gunung Merapi untuk menuju base camp pendakian Merbabu yang berada di Selo (jalur selatan pendakian).

taman nasional gunung merapi

Setelah lebih kurang 3 jam perjalanan dari Jogja-Selo, kamipun sampai di base camp Gunung Merbabu. Sampai di basecamp, kamipun langsung memesan nasi telor dan teh panas untuk menjadi santapan energi pendakian nantinyaSenyum dengan mulut terbuka.

udah kenyang semua,,haha

Selesai makan, jam 16.30 kamipun bersegera melakukan pendakian. Diawali dengan doa, kamipun memantapkan langkah demi langkah menapaki asrinya Gunung Merbabu.

pendakian

5 jam berjalan, kamipun akhirnya sampai di savanna 2, melewati pos 1,2 dan 3. Di Padang Sabana ini adalah tempat yang telah direkomendasikan oleh Pak Dirman sebagai empu basecamp Gunung Merbabu.

Dengan segera, kamipun mendirikan dua tenda yang masing-masing bermuatan 4 (empat) orang. Tenda sudah berdiri, akupun langsung masuk dan berniat untuk rasa dingin ini menjadi hangat Senyum dengan mulut terbuka.

Karena belum juga ngantuk, akupun iseng-iseng untuk motret keadaan sekitar yang pada malam ini sangat indah sekali, betapa tidak, bulan sangat bersinar sekali paa malam itu. Cekidot liat foto-foto malamku.

savanna landscape
landscape bintang merbabu

Setelah puas motret malam, akupun kembali ke tenda dan tidur sambil berdoa agar hari esok cerah dan aku bersama teman-teman yang lain bisa menikmati sunrise Senyum dengan mulut terbuka.

15 Mei 2011

Empat jam tidur, akhirnya jam 04.00 WIB aku terbangun. Dan bersiap-siap packing untuk melihat sunrise di ujung selatan Padang Sabana. Kami hanya sampai di Padang Sabana 2, tidak melanjutkan ke puncak kenteng Songo, karena waktu yang sudah telat dan lagian di Padang Sabana ini, udah dapat melihat view yang cakep banget Senyum dengan mulut terbuka. Tepat jam 05.00 WIB, sembarut sinar menguning terlihat di ufuk timur, menimbulkan efek yang lama kelamaan menghangat tubuh.

sunrise di Merbabu

IMG_3951

Acara sunrisepun tak lepas dengan foto-foto narsis, cekidot reader Senyum dengan mulut terbuka.

IMG_3926

IMG_3924

upload request

Setelah acara sunrise, dan mentari mulai naik, akupun motret landscape di sekitarku yang kebetulan sangat bagus dengan langit yang biru. Cekidot fotonya reader Senyum.

landscape merapi

landscape merbabu

merbabu puncak

dan akupun narsis Senyum keren.

aku dan merapi

Selesai menikmati latar pemandangan yang indah banget, aku dan teman-teman yang lain langsung turun, karena mengingat cuaca yang mulai mendung.

Jalan pulang, melewati tempat camp yang semalam jadi tempat pelepasan capek dan letih.

IMG_4052

Tepat jam 07.00 WIB, aku dan teman-teman yang lain langsung turun dan selama tiga jam, kamipun sampai kembali di basecamp.

Lelah, capek, dan letih merasuk ke tubuh, tapi tunggu dulu.
Foto di depan basecamp harus di abadikan Senyum dengan mulut terbuka. Setelah foto kamipun makan mie dulu dan langsung tancap gas ke Jogja.

di depan basecamp

Alhamdullillah, syukur kehadirat Tuhan karena pendakian ini mulus tanpa ada yang kurang.

Author ucapin terima kasih kepada teman-teman sependakian, Cukay, Gilang, Hidayat Andhi Dhinata , Gilang Cita Pradana, Muhammad Subuhi, Anoem Rahargo, Fadhi, dan Adin Indra.

See u next time and see u next My Adventure… Senyum dengan mulut terbuka
bye…bye…bye……Kura-kura

Nb : tulisan ini sebenarnya udah jadi dari malam setelah tiba di Jogja, namun karena rasa kantuk an tanpa sengaja aku menghapus tulisan, alhasil, aku nulis lagi dari awal Senyum sedih. Tapi gak pha-pha, emang itu udah takdir, thanks yang udah baca yah. Minta koment buat tulisan jelek ini Senyum dengan mulut terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kasih komentarnya ya reader :D