Melanjutkan cerita episode 2, di sini saya dan yofan melakukan perjalanan malam ke Mataram. Karena malam hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur. Sekitar pukul 03.00 WITA, bus berhenti untuk memberikan waktu istirahat makan buat para penumpang sehabis itu, aku melanjutkan tidur (Hoaaam,,,..).
google translate
Selasa, 01 Mei 2012
Penelitian Geologi Daerah Bara, Kab. Dompu, NTB (episode 3)
Penelitian Geologi Daerah Bara, Kab. Dompu, NTB (episode 2)
Tulisan ini jadi sambungan cerita dari episode pertama. Dalam episode yang kedua ini aku akan banyak cerita tentang lapangan geologi daerah Bara dan cerita akan sedikit melenceng ke tempat wisata Kabupaten Dompu yang terkenal di dunia.
21-25 April 2012
Secara umum berdasarkan hasil reconnaissance geomorfologi daerah penelitian merupakan morfologi perbukitan intrusi berlereng sangat terjal sampai bergelombang, dikelilingi oleh dataran aluvial yang menumpang di atas Satuan Breksi Tuff (Tmv , berdasar Sudrajat, drr, dalam peta Geologi lembar Sumbawa, 1998).
Foto 1. Dari kiri saya
, pak mantan
, temannya pak mantan
(lupa namanya, hehe) dan yofan
. Di belakang ada kenampakan G. Doro Nowa dan dataran aluvial di bagian timur G. Doro Paronge tersusun oleh batuan breksi volkanik.
Senin, 30 April 2012
Penelitian Geologi Daerah Bara, Kab. Dompu, NTB (episode 1)
19-29 April 2012, menjadi waktu untuk pengalaman baru lagi buat aku. Siang, 19 April 2012 aku bersama temanku Yofan memulai perjalanan dari Kota Jogja-Surabaya. Tiba di Surabaya malam, dan subuh-subuh esok aku dan Yofan harus bertemu Pak Imam dkk di bandara Juanda, Surabaya.
Pukul 06.00 WIB, pesawat take off dan transit dulu di Bandara Ngurah Rai, Bali. Baru beberapa menit menginjakan kaki di Pulau Bali langsung di lanjutkan dengan terbang ke Kota Bima, NTB. Dua jam terbang, kira-kira pukul 11.00 WITA pesawat landing di Bandara Muhammad Salahuddin, Bima, NTB.
Rabu, 11 April 2012
Garis Kontur
Salah satu unsur yang penting pada suatu peta topografi adalah informasi tentang tinggi suatu tempat terhadap rujukan tertentu. Untuk menyajikan variasi ketinggian suatu tempat pada peta topografi, umumnya digunakan garis kontur (contour-line).
Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian sama. Nama lain garis kontur adalah garis tranches, garis tinggi dan garis lengkung horisontal.
Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap referensi tinggi tertentu.
Selasa, 03 April 2012
Journey of My Field (Part 1)
Bagi mahasiswa geologi, tugas akhir 1 dan 2, merupakan jenjang yang harus di lalui sebelum di sahkan menjadi Sarjana Teknik Geologi. Tugas akhir di kampus saya meliputi Pemetaan Geologi daerah yang dipilih.
Untuk ketentuan daerah Tugas Akhir Geologi seperti :
1. Luas daerah minimum 54 km2 (tipe I) atau 36 km2 (tipe IIB).
2. Jumlah satuan batuan yang terpetakan pada skala 1 : 25000 minimal 2 satuan selain alluvial.
3. Overlapping tidak lebih dari 20%.
Sesuai dengan prolog di atas, perjalanan kali ini memiliki maksud dan tujuan yang jelas, yaitu Reconnaice Pemetaan Tugas Akhir 1, Daerah Kedungjati Kabupaten Grobogan dan Boyolali. Personil yang ikut ke lapangan tugas akhir hanya dua orang aja, yaitu saya sendiri dan teman saya, Yofan namanya (dia merupakan teman seangkatan dan tetangga kaplingan pemetaan). Rencana pemberangkatan pun di atur, sehingga kami berdua menetapkan berangkat ke lapangan tanggal 22 April 2012 yang bertepatan hari kamis waktu itu.