Categories

google translate

Jumat, 20 Juli 2012

Cerita Tentang Sepatu-ku

“Hingga saatnya nanti, sepatu-sepatu-ku menjadi saksi bisu perjalanaan mengejar gelar insinyur “. Quote oleh aku, untuk aku dan oleh aku, inilah yang menginspirasi aku untuk menyempatkan waktu jepret-jepret sepatuku sendiri. Di bawah ini foto penampakan dari sepatu-sepatuku yang melanjutkan tongkat estafet dari yang sebelumnya.

image

Tongkat estafet itu sudah dua kali berganti untuk kuliah, yang pertama rusak ketika aku ajak dia daki Gunung Merapi, Sumbing, Sindoro dan Merbabu. Cukup kuat memang, sepatu yang notabene buat jalan-jalan ke mall atau kampus, aku bawa ke gunung. Karena sudah 4 gunung yang di daki aku relakan Sepatu Airw*lk itu pensiun. Sepatu penggantinya, berakhir di Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Sepatu berjenis kelamin Spot*c yang menurut aku cukup bandel dan bertahan lama mengakhiri riwayatnya karena masuk ke dalam Lumpur Bledug Kuwu yang belum kering. Memang sih sebelum masuk lumpur sepatunya sudah rusak parah, dan karena kejadian tersebut aku langsung memutuskan tidak membawa pulang sepatuku di Jogja *hehe. Di bawah ini foto terakhirnya.

image

Cerita lapangan, tentunya beda lagi cerita soal sepatu, untuk sepatu lapanganku ada 2 (dua), yang pertama yang ada di foto.Yang kedua adalah sepatu boots, yang biasa aku gunakan kalau aku sering bercengkrama dengan sungai.

Nah, yang teranyar adalah sepatu kantor, aku beli sebelum Ujian TA 1, mudah-mudahan sepatu ini cepat-cepat aku pakai untuk acara kolokium dan pendadaran Tugas Akhir 2-ku. Amin *Mudah-mudahan doaku cepat terjawab, mumpung Ini awal ramadhan Open-mouthed smile.

Sekian dulu cerita dariku, selamat bersahur dan berpuasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf lahir dan batin, See u next my story.

2 komentar:

Kasih komentarnya ya reader :D