google translate
Rabu, 26 Februari 2014
Site Visit to South Sumatera
Selasa, 30 Juli 2013
Pray for ambon
Mess kerja saya yang berada di Rumahtiga tidak mendapatkan dampak banjir itu, karena letaknya berseberangan dari Kota Ambon. Tapi efek dari buangan sungai-sungai di Kota Ambon sampai ke pantai Rumah Tiga, terlihat dibawah ini foto TV yang di evakuasi karena semalaman berenang dari sungai ke laut.
Bukan hanya tv, banyak lagi perabotan rumahan yang terkumpul di sini. Ckckck....
Pray for ambon, semoga pemkotnya bisa menata kotanya lebih aman dan bagus lagi
Kamis, 23 Mei 2013
Pluit, Muara Angke di Hari Pertama
Jumat, 27 Juli 2012
Video Amatiran Tentang Pendakian Puncak Mahameru
Catatan perjalanan sudah aku tulis di Menembus Puncak Mahameru, sekarang akupun mulai iseng membuat video dari kumpulan foto yang ada, bingung cari aplikasi apa yang cocok dan gag ribet buat menuang keisenganku, alhasil aku pakai aplikasi Total Video Converter. Untuk tutorial cara pemakaiannya di sini tutorial.
Langsung ajah, ini dia hasil membuat video iseng-iseng di Mahameru. Cekidot.
Jumat, 20 Juli 2012
Cerita Tentang Sepatu-ku
“Hingga saatnya nanti, sepatu-sepatu-ku menjadi saksi bisu perjalanaan mengejar gelar insinyur “. Quote oleh aku, untuk aku dan oleh aku, inilah yang menginspirasi aku untuk menyempatkan waktu jepret-jepret sepatuku sendiri. Di bawah ini foto penampakan dari sepatu-sepatuku yang melanjutkan tongkat estafet dari yang sebelumnya.
Sabtu, 30 Juni 2012
Menembus Puncak Mahameru (Gn Semeru 3676 m.dpl) Part 3
Melanjutkan cerita Menembus Puncak Mahameru (Gn Semeru 3676 m.dpl) Part 2.
Senen, 25 Juni 2012
Nyala api unggun segera aku tinggalkan. Pukul 22.00 WIB, kami ber-15 orang memulai trekking summit Mahameru. Jalur dari Kalimati sampai ke Arcopodo cukup menguras tenaga di tambah lagi dengan debu vulkanik yang bisa bikin sesak dada. Aku memutuskan untuk berjalan terakhir bersama Mas Ilham dan Bro Agung, mengingat debu dari jejak kaki teman-teman yang di depan membuat dada saya sesak. Debu vulkanik beda dengan debu di jalanan, unsur silika yang ada didalamnya bisa berbahaya bagi tubuh terutama paru-paru, makanya pesawat tidak berani terbang karena debu vulkanik.
Jumat, 29 Juni 2012
Menembus Puncak Mahameru (Gn Semeru 3676 m.dpl) Part 2
Melanjutkan cerita Menembus Puncak Mahameru (Gn Semeru 3676 m.dpl) Part 1, di sini saya akan mulai dari Ranu Pani hingga ke Puncak mahameru. Untuk jalur pendakian bisa lihat gambar di bawah ini.
Minggu, 24 Juni 2012
Setelah semua personil siap, kamipun langsung memulai pendakian pada pukul 11.00 WIB. Shelter demi shelter, setapak demi setapak kami lewatinya. Untuk jalur Ranu Pani- Ranu Kumbolo, sangatlah menguntungkan untuk aklimasi/ penyesuaian suhu sekitar terhadap tubuh. Dan juga, Ranu Pani- Ranu Kumbolo treknya sangat bagus untuk penyesuaian fisik, dengan jalan yang tidak terlalu terjal dan tidak memakan habis stamina.
Kamis, 28 Juni 2012
Menembus Puncak Mahameru (Gn Semeru 3676 m.dpl) Part 1
Cerita ini berlangsung dari tanggal 22 sampai 27 Juni 2012. Itu semua berawal dari ajakan kakak-ku yang ingin mendaki Gunung Semeru bersama komunitas Backpacker Indonesia Bersatu, akupun mengiyakan ajakan dia, sekalian ajah biar tidak ada lagi rasa penasaranku terhadap Gunung Semeru yang terkenal dengan Puncak Mahameru ( Puncak tertinggi di Pulau Jawa). Tidak memperlambat cerita, aku akan langsung ke cerita perjalanannya .
Jumat, 22 Juni 2012
Untuk meeting point ada di dua tempat yaitu di Surabaya (Terminal Bungurasih/Purabaya) dan di Malang (Terminal Arjosari). Aku bersama Agung dan Hery, berangkat dari Jogja Pukul 22.00 WIB, yang sebelumnya kami bertemu di depan mirot* yang di jalan Solo untuk berangkat ke Surabaya. Dengan bus, kami di bawanya melintasi jalanan Jogja-Surabaya. (Seharusnya bisa menggunakan transportasi Kereta Api, tapi karena tiket Kereta yang ekonomi sudah habis/di beli oleh calo-calo alay, makanya terpaksa deh pakai bus ).
Sabtu, 23 Juni 2012
Setibanya di Terminal Bungurasi pukul 07.00 WIB, teman-teman dari Surabaya sudah kumpul yaitu Arie Pethek, Yokha, Ni ya, Retno dan Indi. Jadi untuk sementara total personil berjumlah 8 orang (wah, udah bisa bentuk girl dan boy band ne ). Kami melanjutkan perjalanan Surabaya-Malang (Terminal Arjosari).
Kamis, 14 Juni 2012
Pendadaran TA 1 = Dag-Dig-Dug
Seminggu terlewati, barulah aku berani menulis ceritaku yang maju pendadaran TA (Tugas Akhir) 1 yang di adakan tanggal 8 Juni 2012. Alasan aku menulis true story ini adalah salah satunya untuk proses pembelajaran untuk diriku sendiri dan juga bagi yang membaca tulisanku ini *seandainya kalau ada .
Persiapan untuk pendadaran TA, aku rancang dengan cukup matang sekali, mulai dari print Peta Geologi, Peta Geomorfologi dan Peta Lokasi Pengamatan sebanyak 3 rangkap. Bukan itu saja, untuk mendukung penampilan, seminggu sebelum hari-H, aku membeli dasi dan juga sepatu kantoran biar rapi banget euy *cieeelleee…guayanya diriku,,,haha. Selain persiapan materi, penampilan, juga harus persiapan snack maupun minuman untuk para dosen penguji.
Sabtu, 09 Juni 2012
Zona Fisiografis Jawa Tengah-Timur
Fisiografis, yaitu pembagian zona bentang alam yang merupakan representasi batuan dan struktur geologinya.
Menurut Van Bemmelen (1949), Pegunungan di Jawa Tengah dibagi oleh dua puncak geantiklin, yaitu Pegunungan Serayu Utara dan Pegunungan Serayu Selatan. Pegunungan Serayu Utara membentuk garis penghubung antara Zona Pegunungan Bogor (Jawa Barat) dengan Zona Pegunungan Kendeng (Jawa Tengah). Pegunungan Serayu Selatan merupakan elemen yang muncul dari Zona Depresi Bandung yang membujur longitudinal di Jawa Barat.
Peta Fisiografi daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur (Van Bemmelen, 1949)
Sabtu, 19 Mei 2012
Menikmati Pesona Air Terjun Sri Gethuk
Jumat, 18 Mei 2012
Mencari-cari tempat yang destinasi wisata di daerah Yogyakarta sangat mudah dan banyak pilihan. Nah, salah satu destinasi wisata bisa ke arah Gunung Kidul, tepatnya Air Terjun Sri gethuk. Dari Kota Yogyakarta, lokasi air terjun Sri Gethuk berjarak kurang lebih sekitar 41 kilometer. Untuk mencapainya, wisatawan bisa mengikuti Jalan Wonosari dari pertigaan Gading belok kanan menuju Playen. Lalu carilah jalan yang menuju ke Paliyan, dari situ Sri Gethuk hanya berjarak 1,5 kilometer. Aku sempat bingung dengan arah menuju lokasi wisata ini, tapi karena teringat kata pepatah “malu bertanya, sesat di jalan” akhirnya aku bertanya sama Pak Polisi yang kebetulan lagi jaga di Pos Polisi.
Biaya masuk ke lokasi wisata 7 ribu/ dua orang dan satu motor. Tapi setiba aku di tempat parkiran, aku harus membeli tiket perahu karena perjalanan ke Air terjun Sri Gethuknya harus memakai perahu, yang kira-kira berjarak 120 m dari lokasi parkir. Biaya naik perahu 7 ribu/orang.
Air Terjun Sri Gethuk atau dengan nama lain Air Terjun Slempret memiliki keunikan tersendiri karena bercabang pada dua celah tebing dan muncul dari sela-sela tebing karst yang gersang. Air tejun ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter dan berada tepat di tepi Sungai Oyo. Ada tiga sumber mata air yang menyembur di sekitar air terjun Sri Gethuk, yaitu mata air Dung Poh, Ngandong dan Ngumbul.
Senin, 14 Mei 2012
Geothermal Sebagai Energi Alternatif
Ketika membeli kue putu di Bogor, aku-pun terinspirasi untuk menulis artikel panas bumi yang bisa di analogikan seperti membuat kue putu. Untuk menerawang, aku kaih kasih lihat dulu kue dan sistem buat kue putunya .
Selasa, 01 Mei 2012
Penelitian Geologi Daerah Bara, Kab. Dompu, NTB (episode 3)
Melanjutkan cerita episode 2, di sini saya dan yofan melakukan perjalanan malam ke Mataram. Karena malam hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur. Sekitar pukul 03.00 WITA, bus berhenti untuk memberikan waktu istirahat makan buat para penumpang sehabis itu, aku melanjutkan tidur (Hoaaam,,,..).
Penelitian Geologi Daerah Bara, Kab. Dompu, NTB (episode 2)
Tulisan ini jadi sambungan cerita dari episode pertama. Dalam episode yang kedua ini aku akan banyak cerita tentang lapangan geologi daerah Bara dan cerita akan sedikit melenceng ke tempat wisata Kabupaten Dompu yang terkenal di dunia.
21-25 April 2012
Secara umum berdasarkan hasil reconnaissance geomorfologi daerah penelitian merupakan morfologi perbukitan intrusi berlereng sangat terjal sampai bergelombang, dikelilingi oleh dataran aluvial yang menumpang di atas Satuan Breksi Tuff (Tmv , berdasar Sudrajat, drr, dalam peta Geologi lembar Sumbawa, 1998).
Foto 1. Dari kiri saya
, pak mantan
, temannya pak mantan
(lupa namanya, hehe) dan yofan
. Di belakang ada kenampakan G. Doro Nowa dan dataran aluvial di bagian timur G. Doro Paronge tersusun oleh batuan breksi volkanik.
Senin, 30 April 2012
Penelitian Geologi Daerah Bara, Kab. Dompu, NTB (episode 1)
19-29 April 2012, menjadi waktu untuk pengalaman baru lagi buat aku. Siang, 19 April 2012 aku bersama temanku Yofan memulai perjalanan dari Kota Jogja-Surabaya. Tiba di Surabaya malam, dan subuh-subuh esok aku dan Yofan harus bertemu Pak Imam dkk di bandara Juanda, Surabaya.
Pukul 06.00 WIB, pesawat take off dan transit dulu di Bandara Ngurah Rai, Bali. Baru beberapa menit menginjakan kaki di Pulau Bali langsung di lanjutkan dengan terbang ke Kota Bima, NTB. Dua jam terbang, kira-kira pukul 11.00 WITA pesawat landing di Bandara Muhammad Salahuddin, Bima, NTB.
Rabu, 11 April 2012
Garis Kontur
Salah satu unsur yang penting pada suatu peta topografi adalah informasi tentang tinggi suatu tempat terhadap rujukan tertentu. Untuk menyajikan variasi ketinggian suatu tempat pada peta topografi, umumnya digunakan garis kontur (contour-line).
Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian sama. Nama lain garis kontur adalah garis tranches, garis tinggi dan garis lengkung horisontal.
Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap referensi tinggi tertentu.
Selasa, 03 April 2012
Journey of My Field (Part 1)
Bagi mahasiswa geologi, tugas akhir 1 dan 2, merupakan jenjang yang harus di lalui sebelum di sahkan menjadi Sarjana Teknik Geologi. Tugas akhir di kampus saya meliputi Pemetaan Geologi daerah yang dipilih.
Untuk ketentuan daerah Tugas Akhir Geologi seperti :
1. Luas daerah minimum 54 km2 (tipe I) atau 36 km2 (tipe IIB).
2. Jumlah satuan batuan yang terpetakan pada skala 1 : 25000 minimal 2 satuan selain alluvial.
3. Overlapping tidak lebih dari 20%.
Sesuai dengan prolog di atas, perjalanan kali ini memiliki maksud dan tujuan yang jelas, yaitu Reconnaice Pemetaan Tugas Akhir 1, Daerah Kedungjati Kabupaten Grobogan dan Boyolali. Personil yang ikut ke lapangan tugas akhir hanya dua orang aja, yaitu saya sendiri dan teman saya, Yofan namanya (dia merupakan teman seangkatan dan tetangga kaplingan pemetaan). Rencana pemberangkatan pun di atur, sehingga kami berdua menetapkan berangkat ke lapangan tanggal 22 April 2012 yang bertepatan hari kamis waktu itu.
Selasa, 20 Maret 2012
Sepekan Bergelut Dengan Batu Besi Di Trenggalek
Penelitian Batu Besi di Trenggalek merupakan pengalaman tersendiri buatku. Berdua sama temanku Yofan, kita meneliti di 3 kecamatan dari kabupaten Trenggalek. 3 kecamatan itu ialah Kecamatan Dongko, Panggul dan Munjungan (Lihat gambar 1).
Jumat, 17 Februari 2012
Seminar Geologi-ku
Jumat, 17 Ferbuari 2012 menjadi hari yang penuh berkah buatku karena di hari itu aku telah menyelesaikan seminar geologi. Seminar Geologi merupakan program studi wajib di semester 7 (tujuh) di Geologi STTNAS Yogyakarta dan menjadi studi batu loncatan untuk mahasiswa yang mau mengambil Tugas Akhir 1 dan 2, yang mana dengan telah selesainya presentasi seminar, sehingga kedepannya tidak canggung lagi bicara di depan audience.
Mengabadikan moment, sehabis seminar….
Ada yang unik sebelum aku memulai seminar ini. Persiapan telah siap, kecuali makanan atau snack bagi dosen pembimbing, dengan panik akupun berlari ke koperasi dan membeli roti dengan cepat dan tergesa-gesa. Sesampai depan ruangan, temanku si Una yang lebih dulu melalui proses ini menegur aku.
“Aduh Bal, snack buat ibuk kau beli kayak gini???”
”Loh, emangnya snack kayak apa na??*mulai menyangkal dengan tanggapan Una…
“Aduh, ini mah gag bener untuk snack Bu Win, udah sini duit, biar aku sama Titi (teman seangkatan juga) yang beli snack ke Mirot*”
”Oalah, bukan ini toh??? “ *Alhasil, sehabis seminar, roti yang harganya 2000 ribu lenyap di makan oleh mulutku dan diolah sama perutku…hehe… (Fiiuhh,,,hampir aja aku kena semprot….hahaha…*buat yang belum seminar, tolong tanya-tanya dulu gimana prosedurnya,,,,jangan sampe kayak kaka geoball itu….
).
Aku memulai seminar dari pukul 10.00 WIB sampai kurang lebih 11.20 WIB. Seminarku di buka dahulu oleh dosen pembimbingku yaitu Bu Win (sapaan akrab beliau). Setelah pembukaan selesai oleh Bu Win, aku-pun memulai presentasi bahan seminarku dengan judul “Karakteristik Coal Bed Methan Pada Formasi Muara Enim”.
Terima kasih buat Eddy (teman angkatanku) yang telah mengabadikan momen ini…
Puji Syukur kepada Allah SWT, yang telah melancarkan Seminarku….
Makasih, kepada Bu Win yang udah kasih nilai ‘A’ buat seminarku,,,
Dan tidak lupa dukungan semua rekan-rekan Geologi STTNAS semua…Keep Spirit being to Good Geologist…
See u next time and next stories………
…
Selasa, 14 Februari 2012
Red Scoria Dari Anak Krakatau Mount
Scoria Merah ini saya foto di Gunung Anak Krakatau, pada fasies proximal dari kegunungapian.
Scoria yang bertekstur vesikuler dengan warna merah yang relatif gelap yang mengidentifikasikan berasal dari magma basa. Scoria mempunyai serat-serat mineral gelas. Genesa yang membuat scoria ini berwarna merah because "the basaltic lava starts out black, but oxidation of iron during eruption and emplacement of the scoria turns it red”.


